Saya mulai menulis puisi setelah kepergian ayah saya. Saat itu adalah masa lockdown pandemi, dan saya serta almarhum ayah saya sama-sama terinfeksi COVID-19. Situasi di luar tubuh maupun di dalam tubuh membuat kami benar-benar tidak dapat bergerak. Dalam momen keheningan dan keterhentian itu, saya mulai mengekspresikan diri bukan melalui gerak, performans, atau citra bergerak, melainkan melalui kata-kata.
Saya menyukai proses menulis puisi. Bagi saya, menulis puisi menjadi cara untuk memahami perasaan dan pengalaman, untuk menyampaikan ekspresi ketika tidak ada waktu dan ruang bagi saya untuk menari dan bergerak. Ia menjadi aktivitas yang dapat dilakukan saat bepergian, atau ketika saya duduk di suatu tempat antah-berantah. Ketika pikiran dan perasaan terasa kusut dan menekan, menulis puisi menjadi cara yang cukup bagi saya untuk mengurai keruwetan tersebut.
Sebagai seseorang yang menggunakan tubuh sebagai medium, saya juga mulai menyadari bahwa puisi-puisi yang saya tulis merupakan cara lain untuk memahami tubuh sebagai wadah keberadaan manusia—bukan melalui pendekatan fisik, melainkan melalui cara yang puitis.
Saya membuat kolom ini untuk mengarsipkan puisi-puisi saya yang sebelumnya berada di Instagram. Sehingga, jika media sosial itu menghilang, puisi-puisi ini masih dapat tersimpan dan diakses di laman ini.
I started making poems after my father’s passing. At that time, it was the pandemic lockdown, and my late father and I got COVID-19. So the situation outside and inside the body makes us totally unable to move. So I took this moment of stillness to start expressing not with movement, performance, or moving images, but with words.
I like making poems. For me, making poems becomes a way to understand my own feelings, a way to deliver expression when there is no time and space for me to dance and move. An activity to do during travel, or when I sit in nowhere. When things become tangled and pressurizing, writing poetry helps to untangle my mind.
As someone who uses the body as a medium, I am also starting to become aware that my poems are also a way to understand the body as a vessel of human existence in a different way, in a poetic way.
I made this page to archive my poems that were previously posted on Instagram. So, if that social media is gone, these poems are still available on this page.