Blok diam
2024
Pinggulmu berisik
menggenggam tiang
supaya goyangmu datar
menyenggol sekitar
Kamu menoleh
aku diam
Mabukmu berisik
memuja rambut
agar jambakmu kencang
membuka bacang
Kamu menolak
aku diam
Jempolmu berisik
memaksa balas
biar kesalmu ludes
diborong lesus
Kamu menghina
aku diam
Sahurmu berisik
menuduh malam
soal kiramu
“mengapa gulita
enggan memberi cahaya?”
Kamu melaknat
aku diam
Diammu diam,
mendiamkan diam
sediam pendiam
di kediaman diam
Kamu diam
aku diam-diam