"Kata yang sempat jauh"
2021
Ayah saya membenci kebohongan, namun sepanjang hidupnya ia berbohong
Ia berkata keluarga kami yang berdua sudah genap, nyatanya jauh dari kata cukup
Ia tabu dengan air mata, namun ku temukan tulisan tangan tentang puisi-puisi sendu
Ia meyakinkan rumah dengan keramaian, sedangkan sampai habis ia menghirup kesendirian
Tapak demi tapak ia berkelana, mengulur harinya yang sebentar
Seumur hidupnya ia mencengkram setir, mencoba mengendalikan hidupnya yang badai
Habis ia membangun sebuah rumah yang besar, demi melindungi mimpi terkasihnya dari panas dan hujan
Cintanya ada dalam diam,
Ia tidak bersuara, namun merebak
Cintanya ada dalam diam,
Ia tidak kentara, namun mengusik
Saya mendapati sepi, ayah saya tidak di rumah
Masih saja menyembunyikan kata-kata yang tak pernah terucap, dan kalimat terbaik yang tersimpan di balik lukanya