Tempat Yang Tak Utuh
2026
Ayah saya bercerai saat tengkorak saya masih terlalu lunak untuk mengingat
Kesendiriannya menjadi ingatan pertama yang saya tangkap; saya pandang dari sebuah rumah
Saya ingat rumah itu sangat kecil dan sederhana
dengan warna kuning. Entah dari tembok, lampu, atau warna yang menyelinap masuk dari atap yang tidak lagi lengkap
Banyak ingatan yang tak lengkap tentang hal-hal yang tak lengkap dari rumah itu
Saya menyusuri banyak hal yang lebih besar dari saya
menikmati masa ketika dunia hanya sebuah akuarium untuk direnangi tanpa arti
—
Entah sebuah kemalangan atau keberuntungan
Saya dapat menyaksikan perceraian ayah saya
Piring terbelah bersama rumah yang pecah
Saya ingat perjalanan yang panjang dan sepi pada malam hari
Ketika ayah saya memutuskan bahwa ia tidak akan tinggal di rumah itu lagi
Dari jendela saya melihat kabel listrik yang terus terhubung
seakan menyambung perjalanan tanpa ujung
—
Satu malam saya tidur pada sebuah bangunan yang belum tahu caranya menjadi rumah
Bentuknya aneh, tidak seperti rumah pada umumnya. Begitu berat, keras, dingin, dan kosong
Satu pagi saya bangun pada sebuah telepon yang mengetahui bahwa ayah saya memutuskan untuk meneruskan tidurnya
Rasanya aneh, saya seperti kembali ke malam pertama. Begitu berat, keras, dingin, dan kosong
—
Hidupnya habis untuk menggenggam tangan saya
Mencarikan saya tempat
Dan saya memandangi hamparan tempat itu pada punggungnya.
Setiap saya menggenggam tangan ayah saya, saya dapat merasakan ketiadaan pada tangannya yang lain.
Kini ketiadaan tangannya membuat saya sadar atas ketiadaan yang saya genggam di tangan saya yang lain.
—
keberadaannya menciptakan ketiadaan, atau setidaknya membuatnya tampak
Maka mungkin ia membiarkan saya menari
Karena dalam tari ketiadaan diingat dan dirawat
Tumbuh dalam tempat yang tak akan pernah utuh